<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058</id><updated>2011-04-22T00:40:56.685+07:00</updated><category term='Sambutan'/><title type='text'>Kenaya World</title><subtitle type='html'>"Jangan berjalan di belakang ku, aku tak bisa menuntunmu, 
jangan berjalan di depanku, aku tak bisa mengikutimu, berjalanlah di sampingku, kita lalui jalan bersama"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-1963405473295906233</id><published>2008-06-23T23:43:00.002+07:00</published><updated>2008-06-23T23:47:15.311+07:00</updated><title type='text'>Sebuah kisah yg Indah..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_TWmRVStI/AAAAAAAAACA/xy2jErw4CGk/s1600-h/milk%2Bpudding%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_TWmRVStI/AAAAAAAAACA/xy2jErw4CGk/s320/milk%2Bpudding%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215119278702152402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang&lt;br /&gt;baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya&lt;br /&gt;kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, "&lt;br /&gt;Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka&lt;br /&gt;dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan&lt;br /&gt;mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena&lt;br /&gt;sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari&lt;br /&gt;yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana&lt;br /&gt;melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku&lt;br /&gt;temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang&lt;br /&gt;menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kamu dapat melakukannya?" Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan&lt;br /&gt;berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada&lt;br /&gt;di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu&lt;br /&gt;memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih&lt;br /&gt;untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih&lt;br /&gt;belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat&lt;br /&gt;memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya..&lt;br /&gt;Aku selalu memilih sisi positifnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry,&lt;br /&gt;"Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan&lt;br /&gt;adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.&lt;br /&gt;Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu.&lt;br /&gt;Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu,&lt;br /&gt;bagaimana kamu hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah&lt;br /&gt;terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak&lt;br /&gt;terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba&lt;br /&gt;membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor&lt;br /&gt;kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan&lt;br /&gt;dan segera dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry&lt;br /&gt;dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di&lt;br /&gt;dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang&lt;br /&gt;lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?"&lt;br /&gt;Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang&lt;br /&gt;dia pikirkan saat terjadinya perampokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci&lt;br /&gt;pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku&lt;br /&gt;tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih&lt;br /&gt;untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli medisnya&lt;br /&gt;hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku&lt;br /&gt;ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku&lt;br /&gt;jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus&lt;br /&gt;mengambil tindakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang bertanya&lt;br /&gt;padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 'Ya' jawabku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku&lt;br /&gt;menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku&lt;br /&gt;katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup,&lt;br /&gt;bukan orang mati'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya&lt;br /&gt;hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat&lt;br /&gt;memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain&lt;br /&gt;adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal&lt;br /&gt;dalam hidup akan jadi lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;comment:hmmm nice story ^_^ cheers,kny)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:nn&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-1963405473295906233?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/1963405473295906233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=1963405473295906233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/1963405473295906233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/1963405473295906233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/sebuah-kisah-yg-indah.html' title='Sebuah kisah yg Indah..'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_TWmRVStI/AAAAAAAAACA/xy2jErw4CGk/s72-c/milk%2Bpudding%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-6315925750883102158</id><published>2008-06-23T23:38:00.002+07:00</published><updated>2008-06-23T23:43:15.427+07:00</updated><title type='text'>Maafkan salahku, Ibu....</title><content type='html'>Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang&lt;br /&gt;kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita&lt;br /&gt;melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat&lt;br /&gt;balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi&lt;br /&gt;negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa&lt;br /&gt;keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman&lt;br /&gt;pribadi yang terjadi pada 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah&lt;br /&gt;sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu&lt;br /&gt;mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.&lt;br /&gt;Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah&lt;br /&gt;terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang&lt;br /&gt;tersambung ke sebuah layar monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya.&lt;br /&gt;Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap&lt;br /&gt;pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta&lt;br /&gt;izin saya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang harganya berapa dok?" Tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali&lt;br /&gt;suntik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haahh 12 juta rupiah Dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga&lt;br /&gt;puluh enam juta, Dok?" Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.&lt;br /&gt;Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali&lt;br /&gt;lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada&lt;br /&gt;Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta&lt;br /&gt;bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa&lt;br /&gt;kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat&lt;br /&gt;karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba&lt;br /&gt;satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti&lt;br /&gt;obatnya, Ppak." jawab dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju rumah ibadah dekat&lt;br /&gt;ruang ICU.  saya berdoa, "Ya Allah Ya&lt;br /&gt;Tuhanku... aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-&lt;br /&gt;Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan&lt;br /&gt;Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah&lt;br /&gt;aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku... gerangan keburukan&lt;br /&gt;apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit&lt;br /&gt;isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan&lt;br /&gt;pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha&lt;br /&gt;Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.&lt;br /&gt;Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada&lt;br /&gt;Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan&lt;br /&gt;istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan&lt;br /&gt;kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam&lt;br /&gt;keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya&lt;br /&gt;sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri&lt;br /&gt;mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75&lt;br /&gt;saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata&lt;br /&gt;berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat... yang ngambil uangku&lt;br /&gt;kualat..." Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh&lt;br /&gt;ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku&lt;br /&gt;bahwa sayalah yang mengambil uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan&lt;br /&gt;ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya&lt;br /&gt;akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah&lt;br /&gt;penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan&lt;br /&gt;mengambil uang yang ia miliki itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana&lt;br /&gt;ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan&lt;br /&gt;menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu&lt;br /&gt;saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus&lt;br /&gt;dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil,&lt;br /&gt;duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-&lt;br /&gt;teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon.&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata&lt;br /&gt;mengalir di pipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya... yang ngambil uang&lt;br /&gt;itu saya, bu... saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf... saat&lt;br /&gt;nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama&lt;br /&gt;ibu." Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik&lt;br /&gt;telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan, pernyataanku aku&lt;br /&gt;cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata&lt;br /&gt;yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin&lt;br /&gt;dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa&lt;br /&gt;ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan&lt;br /&gt;memohon doa darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan&lt;br /&gt;sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat&lt;br /&gt;pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu&lt;br /&gt;telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan&lt;br /&gt;operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya&lt;br /&gt;merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya&lt;br /&gt;berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan&lt;br /&gt;dokter."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri&lt;br /&gt;sendiri "Ibu, I miss you so much."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;comment: ingat mulut punya kuasa,so hati2 gunain mulut,cheers ^__^ kny)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Dikutip dari Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Kubik&lt;br /&gt;Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.&lt;br /&gt;(suaramerdeka).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-6315925750883102158?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/6315925750883102158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=6315925750883102158&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/6315925750883102158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/6315925750883102158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/maafkan-salahku-ibu.html' title='Maafkan salahku, Ibu....'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-7665412582571589813</id><published>2008-06-23T23:34:00.002+07:00</published><updated>2008-06-23T23:38:01.660+07:00</updated><title type='text'>Berhentilah Jadi Gelas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_RJ3XOwiI/AAAAAAAAAB4/TZ-z9qIzx9g/s1600-h/stainless%2520milk%2520jug.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_RJ3XOwiI/AAAAAAAAAB4/TZ-z9qIzx9g/s320/stainless%2520milk%2520jug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215116860928737826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya&lt;br /&gt;belakangan ini selalu tampak murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di&lt;br /&gt;dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk&lt;br /&gt;tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang&lt;br /&gt;murid muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.&lt;br /&gt;Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."&lt;br /&gt;Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan&lt;br /&gt;gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana&lt;br /&gt;yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata&lt;br /&gt;Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."&lt;br /&gt;Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air&lt;br /&gt;asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih&lt;br /&gt;meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis&lt;br /&gt;keasinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat&lt;br /&gt;tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."&lt;br /&gt;Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa&lt;br /&gt;bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa&lt;br /&gt;asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah&lt;br /&gt;di hadapan mursyid, begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil&lt;br /&gt;mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir&lt;br /&gt;danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan&lt;br /&gt;membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin&lt;br /&gt;dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya&lt;br /&gt;kepadanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan&lt;br /&gt;punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber&lt;br /&gt;air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.&lt;br /&gt;Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang&lt;br /&gt;tersisa di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan&lt;br /&gt;meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,&lt;br /&gt;membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah&lt;br /&gt;dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.&lt;br /&gt;Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus&lt;br /&gt;kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai&lt;br /&gt;untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang&lt;br /&gt;dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun&lt;br /&gt;demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang&lt;br /&gt;bebas dari penderitaan dan masalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat&lt;br /&gt;tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya&lt;br /&gt;tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu&lt;br /&gt;jadi sebesar danau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;comment: besar kecilnya masalah tergantung bagaimana kita menangapinya,cheers ^__^ kny)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber:Motivasi_Net&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-7665412582571589813?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/7665412582571589813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=7665412582571589813&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/7665412582571589813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/7665412582571589813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/berhentilah-jadi-gelas.html' title='Berhentilah Jadi Gelas'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_RJ3XOwiI/AAAAAAAAAB4/TZ-z9qIzx9g/s72-c/stainless%2520milk%2520jug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-5289081991064470853</id><published>2008-06-23T21:07:00.004+07:00</published><updated>2008-06-23T23:12:19.479+07:00</updated><title type='text'>Nice word..</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.resensi.net/bersyukur/2008/06/21/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bersyukur"&gt;Bersyukur&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_LDPDfNoI/AAAAAAAAABY/mbgpDjyD-Xg/s1600-h/bersyukur-motivasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_LDPDfNoI/AAAAAAAAABY/mbgpDjyD-Xg/s320/bersyukur-motivasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215110149959530114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Coba anda sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal&lt;br /&gt;baik dalam hidup anda. Renungkan tentang apa yang telah anda&lt;br /&gt;capai, orang-orang yang memperhatikan anda, pengalaman yang&lt;br /&gt;telah anda dapatkan, keahlian dan minat yang anda miliki, apa&lt;br /&gt;yang anda percayai, dan hal-hal terindah dalam hidup anda. &lt;p&gt;Hal-hal yang anda hargai, pelihara, dan jaga, akan terus meningkat&lt;br /&gt;dalam hidup anda. Kelimpahan dimulai dengan rasa syukur. Dengan&lt;br /&gt;rasa syukur yang tulus - anda menghargai apa yang telah anda&lt;br /&gt;miliki - yang selanjutnya akan mendorong anda secara mental,&lt;br /&gt;spiritual, dan fisik - untuk mencapai apa saja yang menjadi&lt;br /&gt;tujuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin anda mendapatkan hal-hal yang lebih besar -&lt;br /&gt;bila anda tidak bersyukur atas yang anda telah miliki sekarang?&lt;br /&gt;Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang anda TELAH&lt;br /&gt;miliki sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda tahu, bahwa anda dapat mencapai tujuan, karena anda pernah&lt;br /&gt;merintis hal seperti itu. Pengalaman adalah milik anda yang&lt;br /&gt;patut disyukuri. Siapa bilang tidak ada hal yang bisa disyukuri…?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Segalanya dalam jangkauan anda - saat anda bersyukur akan apa&lt;br /&gt;yang telah anda dapatkan.&lt;/p&gt;belajar lah bersyukur..^^&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.resensi.net/money/2008/05/10/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Money"&gt;Money&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_LLAnbCnI/AAAAAAAAABg/49nPNqUl7D4/s1600-h/money.jpe"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 179px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_LLAnbCnI/AAAAAAAAABg/49nPNqUl7D4/s320/money.jpe" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215110283522673266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Money can buy a house, but not a home.&lt;br /&gt;Money can buy a bed, but not sleep.&lt;br /&gt;Money can buy a clock, but not time.&lt;br /&gt;Money can buy a book, but not knowledge.&lt;br /&gt;Money can buy food, but not an appetite.&lt;br /&gt;Money can buy position, but not respect.&lt;br /&gt;Money can buy blood, but not life.&lt;br /&gt;Money can buy medicine, but not health.&lt;br /&gt;Money can buy sex, but not love.&lt;br /&gt;Money can buy insurance, but not safety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingat teman uang bukan segalanya,ada yang lebih berharga daripada uang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber: kumpulan cerita moivasi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-5289081991064470853?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/5289081991064470853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=5289081991064470853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/5289081991064470853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/5289081991064470853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/nice-word.html' title='Nice word..'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF_LDPDfNoI/AAAAAAAAABY/mbgpDjyD-Xg/s72-c/bersyukur-motivasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-4728000828746825841</id><published>2008-06-23T20:27:00.003+07:00</published><updated>2008-06-23T20:41:32.966+07:00</updated><title type='text'>Penghilang streeees ^___^</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dipenjara 1 Bulan Karena Membunuh&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dua orang napi sedang berbincang-bincang. “Berapa lama sih dipenjara ?”&lt;br /&gt;“Satu bulan,” jawab napi yang satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, enteng tuh, memangnya kejahatanmu apa?&lt;br /&gt;”&lt;br /&gt;“Saya membunuh istri saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah, membunuh kok hanya dipenjara satu bulan ???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, tapi setelah itu dihukum gantung !”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau Orang IT Punya Punggung Gatal&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;Sepasang suami istri sama-sama bekerja di bidang IT, tetapi si suami lebih sering menghabiskan waktunya main komputer sepanjang hari, ibaratnya makan, tidur terus di depan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si istri akhirnya menyadari betapa parahnya pengaruh komputer bagi suaminya, saat satu kali ia mencoba membantu menggaruk punggung suaminya yg sedang gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si suami berkata, "Bukan di situ, `scroll` ke bawah dikit!"&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10 Tanda Friendster sudah Merasuki Jiwa Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="story"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; 80% isi friends list lo, nggak ada yang lo kenal karna hasil dari "hi&lt;br /&gt;kenalan dong" message. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jalan-jalan di Citos dan tiba-tiba teriak ke orang asing. "Ehh, Rama Sudharmanto, Fisip UNPAR ya? Kita kan 5th degree Friend lohhh.Pa kabar Lo? Di foto kurusan, kok aslinya gendut kayak babi ngepet? Eh iya kenalan dong."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu nyokap ngajak makan, jawaban lo. "Bentar ma, nanggung baru 380.     Nunggu sampe genap 400 friends listnya."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seminggu 3 kali ganti mouse dan sebulan 2 kali ganti mousepad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kalo lagi di kantin, minta tambah nasi ke mbak kantin dengan bilang. "Add     gue dong."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk ngisi testimoni temen, lo udah punya template, tinggal copy paste     dan ganti nama doang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(namaloSATU), (namaloDUA), (namaloTIGA), (namaloEMPAT), (namaloLIMA), (namaloENAM)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;60% persen isi testimonial profil elo dimulai dengan kalimat, "Gue belum pernah ketemu ni anak, pertama kenal di friendster waktu dia ngajak kenalan dan minta di ADD"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di friends list lo yang udah berjumlah 450, setidaknya ada 18 Bambang, 15 Jessica, 10 Yanti, 3 Pasha, 9 Dimas, 6 Dian, 11 Andi dan 1 Pondok Indah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cukup banyak waktu luang di depan monitor sampai sempat berpikir bahwa tulisan Friendster Beta di logo Friendster berarti Friendster di ciptakan oleh programmer Ambon yang maksudnya mau berkata "Ini Friendster gue"&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Anak Ahli Komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kendati sudah bercerai dengan Wina, Joni memutuskan untuk membesarkan sendiri anak hasil pernikahannya dengan Wina.&lt;br /&gt;Bangga dengan profesi sebagai ahli komputer, Joni berusaha sedari dini mengajarkan kepada anaknya prinsip kerja komputer. Ketika sedang memberi makan, Joni berkata,&lt;br /&gt;"Nah Billy,anggap makanan disendok ini disket dan mulutmu diskdrive. Disket harus dimasukkan kedalam diskdrive".&lt;br /&gt;Si anak membuka&lt;br /&gt;mulutnya dan makan.Setelah beberapa suap,si anak enggan membuka mulutnya dan terus membujuk,&lt;br /&gt;"Ayo buka mulutmu,disket ini harus masuk ke dalam&lt;br /&gt;diskdrive."&lt;br /&gt;Sambil menunjukkan ada butiran batu, si anak berkata, "Papa, ada virus".&lt;br /&gt;Dengan sabar Joni membuang butiran batu tersebut dan si anak mau makan lagi. Namun setelah beberapa suap,si anak berhenti makan dan Joni yang mulai tidak sabar terus meminta anaknya membuka mulut. Si anak tetap saja tidak mau makan. Setelah Joni berteriak marah, akhirnya si anak berkata,&lt;br /&gt;"Papa, komputernya sedang hang..."&lt;br /&gt;Joni cuma menghela nafas panjang mencoba tetap sabar. Terlintas dibenaknya untuk memformat anak badung yang ada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;comment:hehehe ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:ketawa.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-4728000828746825841?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/4728000828746825841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=4728000828746825841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/4728000828746825841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/4728000828746825841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/penghilang-streeees.html' title='Penghilang streeees ^___^'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-3709682673495656856</id><published>2008-06-23T15:35:00.003+07:00</published><updated>2008-06-23T22:04:03.115+07:00</updated><title type='text'>Berteriaklah dan Stres pun Lenyap!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF9hFvlrnFI/AAAAAAAAAAs/SpADJQZwMS0/s1600-h/195041p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF9hFvlrnFI/AAAAAAAAAAs/SpADJQZwMS0/s320/195041p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214993644820077650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;STRES&lt;/strong&gt; hampir tak lagi bisa dipisahkan dengan gaya kehidupan  moderen yang penuh dengan tuntutan dan situasi ketegangan yang mengikutinya.  Setiap lini kehidupan manusia modern selalu dilumuri berbagai tekanan yang  membuat diri menjadi penat dan tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John. W. Santrock, seorang  pakar psikologi perkembangan mendefiniskan stres sebagai respon individu  terhadap lingkungan dan kejadian, atau lebih dikenal dengan stresor, yang kita  anggap mengancam, menegangkan dan membutuhkan kemampuan kita untuk mengatasinya.  Mulai dari persoalan kenaikan BBM,  melambungnya harga kebutuhan sehari-hari,  target kerja yang tidak terpenuhi sampai dengan peliknya relasi dengan keluarga  atau teman kerja adalah contohnya. Secara substansial stres merupakan  kondisi  eksternal yang menegangkan,  tidak diharapkan oleh seseorang, dan cenderung  membuat diri tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ambang yang objektif untuk  menentukan situasi sebagai stresor,  namun secara subjektif stres yang dialami  seseorang dapat memicu serangkaian dampak negatif. Crowley Jack, Phd, psikolog  dari Western Washington University, menjelaskan bahwa secara psikologis, stres  dapat memicu terjadinya kecemasan, hilangnya gairah hidup, depresi, bahkan  agresivitas yang meningkat. Sedangkan secara fisik stres dapat mengakibatkan  instabilitas tensi, gangguan pencernaan, penurunan imunitas, serta percepatan  penuaan, bahkan kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai teknik telah dikembangkan untuk  mengelola stres supaya efek buruknya tidak merebak menjadi hal yang negatif.   Mulai dari teknik-teknik spiritual-kultural ; meditasi, terapi aroma, olah  pernafasan sampai  dengan teknik psikologi  moderen ;konseling, refreshing  tecnique, manipulasi kognitif ataupun metode transformasi paradigma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan  pendekatan tersebut dapat kita lihat dalam  berbagai tawaran  healing program, pelatihan pengembangan kepribadian ataupun berbagai program  konseling yang ditawarkan banyak biro psikologi. Pun tidak bisa dinafikkan bahwa  kebanyakan teknik reduksi stres  yang sekarang ini berkembang tidak mampu  diakses oleh semua kalangan, karena berbagai keterbatasan,  juga barangkali  kerena  eksklusivitas lembaga penyedia jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebenarnya ada metode  reduksi stres lain yang natural dan pasti aksestebel bagi semua, yaitu berteriak  (&lt;em&gt;shout a loud&lt;/em&gt;). Secara alami, setiap pribadi  pasti pernah  melakukannnya dengan berbagai cara saat mengalami ketegangan. Dr.Vincent Tuason,  direktur bagian psikiatri St. Paul Ramseu Medical Centre Minesota, menjelaskan  bahwa berteriak merupakan sebuah mekanisme pengurangan ketegangan dan  ketidaknyamanan yang bersifat alami.&lt;br /&gt;Saat kita tertekan dan dalam kondisi  tidak tertahankan, biasanya kita menjadi lebih stabil sehabis berteriak.  Teriakan adalah sebuah pelepasan ketegangan (chatarsis). Sementara Prof.   Jeffrey Lohr, dari J William Fulbright College of Arts and Sciences, menjelaskan  bahwa berteriak memberikan sensasi  pengendoran otot yang tegang karena kondisi  stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti kultural tentang kebiasaan berteriak sebagai sebuah  mekanisme penenangan diri telah dilakukan oleh berbagai bangsa sebelum abad ini.  Adalah penduduk yang tinggal di kepulauan Solomon Pasifik Selatan yang  menjadikan kebiasaan berteriak sebagai tradisi kultural saat mereka frustrasi  dan menemui kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka mengalami ketegangan, memanjat pohon  dan berteriak sekeras-kerasnya dipercaya dapat memberikan pencerahan batin yang  menuntun pada kreativitas. Bangsa Persia pertengahan biasa melantunkan doa-doa  dengan suara yang keras untuk  mencapai ketenangan diri dan ekstase  transenden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, di lingkungan zaman moderen seperti sekarang,  kita tidak bisa berteriak sesuka hati  karena di sekitar kita telah padat  dengan  kehadiran orang lain. Berteriak secara primitif justru akan menimbulkan  ketegangan baru dengan orang lain  yang merasa terganggu, dan stres pun justru  akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteriak saat stress perlu dilakukan dengan tepat dan  pada tempat yang benar. Anand Krishna, seorang praktisi penyembuhan holistik  dalam Buku Atma Bodha menjelaskan bahwa kita bisa berteriak melepas ketegangan  dengan duduk beralas di tempat tempat nyaman seperti pantai, gunung, dan tempat  nyaman lainnya. Di tempat-tempat itu kita bisa berteriak bebas. Barangkali ini  adalah sebuah saran untuk berteriak yang sesuai dengan kondisi kita saat  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan, tekanan, tuntutan di lingkungan kita yang mengganggu  kenyamanan diri  barangkali adalah sebuah keniscayaan modernitas, namun  berbahagialah mereka yang masih bisa berteriak dengan tulus hati.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;comment: mungkin boleh dicoba metodenya klu strees ma ujian cheers ^^)&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;sumber:YB Cahya Widiyanto, S.Psi., M.Si, dosen pada Fakultas Psikologi Universitas  Sanata Dharma, Yogyakarta&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-3709682673495656856?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/3709682673495656856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=3709682673495656856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/3709682673495656856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/3709682673495656856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/berteriaklah-dan-stres-pun-lenyap.html' title='Berteriaklah dan Stres pun Lenyap!'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JZyDo21X1s8/SF9hFvlrnFI/AAAAAAAAAAs/SpADJQZwMS0/s72-c/195041p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3050859757589169058.post-8236197112347443707</id><published>2008-06-22T16:15:00.000+07:00</published><updated>2008-06-22T16:18:20.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sambutan'/><title type='text'>Selamat Datang..^___^</title><content type='html'>Di blog ini tersedia berbagai macam informasi-informasi yang menarik, semoga dapat membantu para pembaca mendapat ilmu dan pengetahuan yang berguna...terima kasih... Salam (kny)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3050859757589169058-8236197112347443707?l=kenayas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenayas.blogspot.com/feeds/8236197112347443707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3050859757589169058&amp;postID=8236197112347443707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/8236197112347443707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3050859757589169058/posts/default/8236197112347443707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenayas.blogspot.com/2008/06/selamat-datang.html' title='Selamat Datang..^___^'/><author><name>kenaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16353907097190578401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
